hallo! apa kabar?
sekarang bulan November loh, dan hujan terus menerus mengguyur kota rangkasbitung, ow saya rasa gak cuma di rangkasbitung saja, tapi di seluruh Indonesia juga.
hujan dimana-mana sampe acara berita disetiap station Tv bahas tentang banjir.
well, bukan itu topik yang bakal saya tulis kali ini, sorry cuma basa basi.
gak tau nih, tiba-tiba waktu hujan tadi sore mengingatkan caca, nama lengkapnya "Rosmalinda Nurhubaini" (kalo gak salah). keingetan waktu hujan bareng caca, jadi gini ceritanya, waktu itu saya dan caca masih duduk di bangku SMP, satu kelas di 3H dan satu bangku. saat itu saya dan caca pulang setelah kelas kami jadi perwakilan untuk sambut kedatangan Kepala Negara di salah satu SD yang ada di daerah kota kami.
Karena semua jalan di tutup dan angkutan kota gak boleh lewat TKP, akhirnya kami sekelas rame-rame jalan kaki. padahal lumayan jauh, sangat jauh malah untuk jalan kaki.
lho. yang tadinya rame-rame malah pisah-pisah, karena hujan terjun bebas dari langit yang mendung dan petir mulai sambar menyambar, kami saling berlarian mencari tempat untuk berteduh, entahlah kemana yang lain, saya dan caca terpisah dari mereka.
Saya dan caca lari terus dan lari cari tempat berteduh sampai baju seragam yang di pakai badan basah kuyup. sampai akhirnya kami menemukan warung yang rolling doornya tutup. berhentilah dan tunggu reda hujan untuk sementara, diam sejenak dan lihat hujan bukannya berhenti malah semakin deras. rasanya bingung harus ngapain!
Tiba-tiba seorang wanita setengah baya datang ketempat kami berdiri, menyuruh kami untuk masuk kerumahnya, awalnya kami tolak, takut kalau hanya merepotkan saja, ya tapi akhirnya masuk, setelah di fikir-fikir cukup dingin untuk berdiri lama-lama di luar rumah dengan keadaan hujan.
Masuk kedalam rumahnya, setelah ngobrol banyak ternyata pemilik rumah masih guru di SMP kami namanya Bu Een, tapi kami malah gak kenal. haha
kami di sodorkan segelas teh manis hangat dan gorengan, mmm.. gorengan yang gak jelas apa itu namanya tapi yang jelas bikin saya dan caca ketagihan makan lagi dan lagi, setelah cukup lama si pemilik rumah pergi tinggalkan kami berdua.
menunggu hujan reda cukup lama, kerasa sedihnya ternyata lama-lama dalam keadaan hujan di rumah orang itu. malah ingin nangis, nasib saya luntang lantung banget sama caca.
sampai akhirnya ingat besok ada PR Matematika dari Bu Tin akhirnya saya berinisiatif untuk minta bantuan caca untuk diajarkan rumus-rumus dari soal-soal matematika tersebut. keren bukan nunggu hujan kerjakan soal matematika. sampai caca bete mungkin ngajarin saya yang gak ngerti-ngerti. haha
sejam kemudian hujan reda tapi masih sedikit gerimis, kami putuskan untuk pulang, pamit sama bu Een pemilik rumah, beribu-ribu terimakasih di ucapkan dan doa-doa baik di lontarkan untuk bu Een yang jadi dewi fortuna kami waktu itu.
ya karena faktor gak ada angkot, masih ada setengah perjalanan yang harus kami tempuh dengan berjalan dan sepanjang jalan kami ngobrol banyak, sampai lupa kalau tadi sempat panik karena kehujanan dan sempat ingin nangis.
Nah itu Nostalgia bareng caca, romantis bukan hujan-hujanan berdua dirumah orang haha
sekarang caca tinggal di Bandung untuk studi-nya di UPI jurusan Pend. Biologi. terakhir ketemu 3 tahun yang lalu, waktu saya minta ajarin jawab soal-soal masuk kuliah.
long time no see Caca! :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar