Selasa, 11 Desember 2012

12.12.12

Hanya sekedar ingin post sebuah tulisan untuk mengenang angka langka ini. tidak ada maknanya sih, tapi tidak salahkan!
Tidak ada yang istimewa, saya juga tipe orang yang masa bodo dengan tanggal unik. tidak berpengaruh sebuah tanggal cantik dengan hidup saya.
Aktivitas hari ini pun masih seperti biasa, tidak berubah. berangkat dari kost jam 14.00 WIB untuk praktek, masih akan jumpa dengan Mimin, Riska, Mas Rian dan Mas Ade dan pulang jam 21.00 WIB.


Hanya ingin berdoa dan berharap... di tanggal cantik ini saya tidak melakukan kebodohan dan kecerobohan seperti kemarin-kemarin, satu lagi harus banyak ilmu yang harus saya dapat "itu target utama".  cukup itu saja deh harapan untuk hari ini dan besok-besok, juga seterusnya, kalau bisa selama-lamanya! Tolong di ijabah doa baik ini ya Alloh! Amin!!!

Senin, 10 Desember 2012

terimakasih

tentu, dunia pasti mengerti bagaimana aku
tidak sempurna dan bayak kebodohan yang ku lakukan.
ya bodoh, menjadi manusia bodoh waktu aku melakukan salah itu
aku tau manusia punya batas dalam kesabarannya, tapi bisakah sedikit lebih lembut. tidak setajam ungkapan yang kamu tujukan saat itu. trauma aku dibaut oleh mu.
tolong, ini proses bukan? proses buat memintarkan dan cerdaskan aku!
bisakah suaramu di perbesar, agar aku bisa mendengarkan apa yang kamu inginkan.
terimakasih untuk tegurannya. cukup ini motivasi yang tepat tertancap dihati. terimakasih!

Sabtu, 01 Desember 2012

Sunday

Sunday, pokonya hari ini saya akan menikmati hari yang cerah dengan sinar matahari terang, dengan sepoi kipas angin yang luar biar biasa menyejukan pikiran, dan suara musik - musik mendayu syahdu dari speaker phone.
buka semua akun, eksis sana sini, tidur siang, ngobrol bareng teman kosan, dan sedikit agak melipukan tugas Karya Tulis ya..



kapan lagi akan bisa manikmati hari minggu yang indah seperti ini, mungkin untuk 4 bulan yang akan datang saya akan sibuk dengan tugas akhir kampus yang luar biasa padat, dan hari - hari minggu akan terlewati dengan tidak normal, no holiday! no lazy! no enjoy!

Yang biasanya hari minggu di habiskan untuk kumpul bareng keluarga di rumah, nonton tv di temani guling kesayangan, ngobrak ngabrik dapur di temani ibu, bercanda bahagia barsama dua adik saya! untuk saat ini mungkin susah untuk terjadi.
i  missed it :'(

Minggu, 25 November 2012

WOW Semesters

Manusia mana yang laju detak jantungnya gak cepat pas lihat jadwal semacam ini ketika kuliah!

"please my Allah give me the ease to run this"


Nostalgia Caca dan Hujan


hallo! apa kabar?

sekarang bulan November loh, dan hujan terus menerus mengguyur kota rangkasbitung, ow saya rasa gak cuma di rangkasbitung saja, tapi di seluruh Indonesia juga.
hujan dimana-mana sampe acara berita disetiap station Tv bahas tentang banjir.
well, bukan itu topik yang bakal saya tulis kali ini, sorry cuma basa basi.

gak tau nih, tiba-tiba waktu hujan tadi sore mengingatkan caca, nama lengkapnya "Rosmalinda Nurhubaini" (kalo gak salah). keingetan waktu hujan bareng caca, jadi gini ceritanya, waktu itu saya dan caca masih duduk di bangku SMP, satu kelas di 3H dan satu bangku. saat itu saya dan caca pulang setelah kelas kami jadi perwakilan untuk sambut kedatangan Kepala Negara di salah satu SD yang ada di daerah kota kami. 
Karena semua jalan di tutup dan angkutan kota gak boleh lewat TKP, akhirnya kami sekelas rame-rame jalan kaki. padahal lumayan jauh, sangat jauh malah untuk jalan kaki.
lho. yang tadinya rame-rame malah pisah-pisah, karena hujan terjun bebas dari langit yang mendung dan petir mulai sambar menyambar, kami saling berlarian mencari tempat untuk berteduh, entahlah kemana yang lain, saya dan caca terpisah dari mereka.
Saya dan caca lari terus dan lari cari tempat berteduh sampai baju seragam yang di pakai badan basah kuyup. sampai akhirnya kami menemukan warung yang rolling doornya tutup. berhentilah dan tunggu reda hujan untuk sementara, diam sejenak dan lihat hujan bukannya berhenti malah semakin deras. rasanya bingung harus ngapain! 

Tiba-tiba seorang wanita setengah baya datang ketempat kami berdiri, menyuruh kami untuk masuk kerumahnya, awalnya kami tolak, takut kalau hanya merepotkan saja, ya tapi akhirnya masuk, setelah di fikir-fikir cukup dingin untuk berdiri lama-lama di luar rumah dengan keadaan hujan.
Masuk kedalam rumahnya, setelah ngobrol banyak ternyata pemilik rumah masih guru di SMP kami namanya Bu Een, tapi kami malah gak kenal. haha 
kami di sodorkan segelas teh manis hangat dan gorengan, mmm.. gorengan yang gak jelas apa itu namanya tapi yang jelas bikin saya dan caca ketagihan makan lagi dan lagi, setelah cukup lama si pemilik rumah pergi tinggalkan kami berdua.
menunggu hujan reda cukup lama, kerasa sedihnya ternyata lama-lama dalam keadaan hujan di rumah orang itu. malah ingin nangis, nasib saya luntang lantung banget sama caca.
sampai akhirnya ingat besok ada PR Matematika dari Bu Tin akhirnya saya berinisiatif untuk minta bantuan caca untuk diajarkan rumus-rumus dari soal-soal matematika tersebut. keren bukan nunggu hujan kerjakan soal matematika. sampai caca bete mungkin ngajarin saya yang gak ngerti-ngerti. haha

sejam kemudian hujan reda tapi masih sedikit gerimis, kami putuskan untuk pulang, pamit sama bu Een pemilik rumah, beribu-ribu terimakasih di ucapkan dan doa-doa baik di lontarkan untuk bu Een yang jadi dewi fortuna kami waktu itu.
ya karena faktor gak ada angkot, masih ada setengah perjalanan yang harus kami tempuh dengan berjalan dan sepanjang jalan kami ngobrol banyak, sampai lupa kalau tadi sempat panik karena kehujanan dan sempat ingin nangis.

Nah itu Nostalgia bareng caca, romantis bukan hujan-hujanan berdua dirumah orang haha
sekarang caca tinggal di Bandung untuk studi-nya di UPI jurusan Pend. Biologi. terakhir ketemu 3 tahun yang lalu, waktu saya minta ajarin jawab soal-soal masuk kuliah.
long time no see Caca! :)

Kamis, 22 November 2012

Pulang...

Ada yang beda dari hari ini, biasanya kalau punya niat untuk "pulang" kerumah saya seneng banget. sesibuk dan sepadat apapun jadwal dikampus pasti ada usaha buat putar otak berpikir keras untuk cari alasan buat "Pulang". iya "pulang", "pulang" ke rumah lepas kangen bareng keluarga, ketemu Bapak, Ibu, Arin (adik pertama) dan Nazmi (adik kedua). Biasanya saya sempatin waktu untuk "Pulang" setiap hari jumat setelah selesei kuliah. lumayan 2 hari di rumah itu rasanya lepas beban dari tumpukan tugas dan segudang laporan di kampus, bisa seharian tidur di kasur favorit dan ketemu bantal lepek kesayangan sambil nonton acara Tv, ya meski tiap pagi harus kerja rodi untuk bantu ibu beres-beres rumah yang menurut saya sih gak bakal ada beresnya. tetap suka dirumah walau hampir tiap waktu dengar ibu marah-marah karena kesel sama hasil kerja saya yang gak pernah bener di matanya.

Beda dengan kemarin yang saya rasakan (21/11/2012) , entah kenapa sangat males buat langkahkan kaki untuk beranjak dari pintu gerbang kosan, berat sekali. sebenernya kemarin Nina sama Nule udah ajak saya untuk pulang bareng, tapi malas rasanya. tidak mau pulang, tidak kangen mereka. entahlah, kenapa saya berubah menjadi se-arogan ini.
padahal teman-teman di kosan sudah pada mudik pulang kempungnya masing-masing, dan kosan tampak lebih horor dari hari-hari biasanya.  itu tetep gak bikin saya buat merubah pikiran untuk tetap tinggal bertahan dan gak mau pulang.

Akhirnya hari ini, keadaan financial-lah yang bikin saya untuk mengharuskan "pulang" ke rumah, ke "rangkasbitung" kota kecil tempat saya mengenal hidup dan menyimpan banyak cerita. selapas shalat dhuhur saya bersiap-siap rapikan laptop dan bawa buku-buku referensi dan berniat bakal kerjakan tugas KTI dirumah, semua saya masukan ke dalam ransel hitam hingga melembung seperti perut ibu hamil karena beban yang over. pergi ke station "Serang". baru masuk ke pintu gerbang station, mata lansung lihat fokus ke loket tempat beli tiket yang teryata masih tutup dan dituntut harus menunggu lebih lama lagi.
Sampai akhirnya speaker station bunyi nyaring teriak-teriak di telinga berikan informasi tentang keberangkatan kereta Merak-Jakarta
"Mohon perhatian! Mohon perhatian! ada keterlambatan untuk pemberangkatan kereta Merak-Jakarta! keberangkatan tertunda 2 jam!"
saya reflek liat jam bulat hitam ditangan. jarum pendek hampir mengarah ke angka 4 dan jarum panjang tepat berada di angka 6.
Malas saya menunggu sesuatu yang tidak pasti, yang belum tentu tepat kapan kereta itu datang. Itu sama saja Harapan Palsu. Gantung!
dan akhirnya second opinion yang saya pilih pulang naik angkotan antar kota. "pulang" dan naik angkutan. heran, jalur yang dipilih gak seperti biasa lewat daerah Pandeglang, tapi malah si sopir membantingkan stirnya ke kiri waktu ada tikungan dan pilih jalan lewat daerah Petir. "jalan alternatif" kata si sopir "biar cepat!"

Entah kenapa, hari ini sepertinya Tuhan punya kejutan, benar-benar gak tertuga dan curiga sedikitpun akan jadi gini. Tanpa saya suruh untuk mengingat otak ini langsung mencari lembar-lembar memori di laci-laci otak tentang jalanan yang saya lewati saat itu.
Ya, memori dari romantisnya perjalanan waktu saya pulang tiap week end untuk pulang kampung rutin bareng dia ketika 2 tahun yang lalu. memori yang paling indah, memori yang paling lengket di kepala, memori yang sulit untuk dihapus, memori waktu dia masih punya saya dan saya masih punya dia. 
Jalanan seperti menjadi saksi kalau saya dan dia dulu pasangan. jalanan yang bisa ungkap fakta kalau dulu saya suka dia.
jalanan yang bisa bicara kalau saya dulu pernah bahagia sama dia. jalanan yang terus-terusan bawel cerita tentang dia!
Ya. jalanan yang bikin saya rindu. Rindu dia pada 2 tahun yang lalu.
Sebenernya saya benci untuk ingat ini, gak suka dan sangat benci! Cuma menganiaya hati saja kalau terus-terusan ingat semuanya. ingat dia, ingat cara dia kendalikan si belalang hitam kebanggaannya, ingat cara dia membuat jantung jadi takikardi waktu dia ngebut bonceng. 
Dan lagi ada hal yang gak sengaja mendukung saya untuk makin mengingat dan jadi tambah terpuruk tambah menderita. ya! playlist musik tiba-tiba memutar lagu Sheila On Seven - "Hari Bersamanya". Itu lagu yang kita suka waktu (belum) berakhir! Ingat itu?
"Pulang" bawa paksa saya untuk ingat dia! dia yang sekarang sedang sibuk bahagia menata masa depannya dengan (bukan) saya :'( 

*mohon maaf ini sesi panggalauan*

Selasa, 20 November 2012

Berjuang Demi "Judul"

Entahlah, jadi lebih suka curhat sama blog sekarang ini. habis coba cerita sama teman kampus malah dicuekin, sama-sama pada galau jadi mahasiswa semester akhir! iya mulai masuk semester rawan, emosinya mulai meningkat, sensitifnya makin tinggi, paniknya makin memuncak! ulala..

Ngomong-ngomong tentang Semester Akhir, tadi siang sih niatnya akan cari referensi buat Karya Tulis Ilmiah, tapi malah jadi sesi curcol begini, memang manusia hanya bisa merencanakan. Yasudahlah mari nikmati malam ini menulis blog dengan segelas milk shake vanila gratisan dari Bonita.

Masih seperti kemarin, melelahkan sekali "Pergi Pagi Pulang Petang" itu. semua demi ketemu pembimbing  KTI untuk konsul judul, itu rasanya lebih EKSTRIM dari pada kena PHP cowo bangs*t sekalipun! suer!
Rasa takutnya kumpul jadi satu membesar sebesar gunung Himalaya. ngeri di tolaklah, ngeri judulnya sudah ada yang pake, ngeri di maki-maki. mengerikan pokonya!
Akhirnya jam 13.00 Waktu Indonesia Bagian Kampus datanglah pembimbing, Bicarakan soal judul dan mulai corat sana corat sini Judul yang sudah dikira paling bener itu. Dan puji Allah syukur Alhamdulillah akhirnya Judul di ACC dengan birokrasi yang lumayan lama, prosesnya  bikin kontraksi 5 menit 5 kali "mules" tak terhankan, sampai mencret-mencret nyampe kosan #eh
Tapi beruntunglah, gue dapet pembimbing yang bisa dibilang pengertian, ya ketimbang teman saya yang kena gantung pembimbingnya.
Ini baru Judul saja sudah keblinger loh, dan jujur memang masih abu-abu untuk kerjakan Bab 1-4 untuk Karya Tulis ini,  tapi yakinlah "Man jadda Wa Jada" siapa yang bersungguh-sungguh dia akan berhasil. iya gak iya gak :)

Senin, 19 November 2012

Bergerak Bergerak Menang!!!

oke, ini hari senin dengan banyak kejutannya, berhasil bikin terkejut dan nyaris bikin lompat terjun ke jurang kegalauan, tersesat di rimba kebingungan, syok sekali waktu dosen kasih pembekalan untuk Tugas Akhir. Wow banget ternyata, dengarnya saja sudah tremor, sampe terasa puyeng di sini nih *tunjuk kepala* 

"Tahan dulu Nafsunya untuk saat ini." kata Bu Avicena waktu ngasih pengarahan. sampai kena hati juga kalimatnya, buat saya yang suka sekali berhubungan baik dengan sifat "malas" susah menjauh dari dia. sampe sulit kendalikan malaikat dari diri sendiri. nafsu untuk bermalas-malasan itu sulit untuk usir.
tlong Gusti perkecil rasa malesnya, limpahkan terus sifat rajinnya. mohon!

kalo hanya diam dan diam terus mengeluh, ya tetap jalan di tempat. harus optimis katanya!
"Inget din! Kan Katanya Tuhan bersama Mahasiswa Tingkat Akhir" kalimat itu jadi anastesi buat saat ini, rasanya seperti dorong bangkitkan puing puing semangat yang runtuh di terjang ketakutan.

ya sesulit apapun kalau dijalankan dengan ikhlas dan senang pasti bakal lancar. iya kan!
Niat yang saya punya sih sudah besar, tekat juga sudah kuat, tinggal kumpulkan energi buat jalankan tahap demi tahap.

mulai mengerakan hati, putar otak dan badan lakukan semua sinyal-sinyal baik dari hati maupun dari otak. bulan Agustus jadi sarjana! MENANG!

Minggu, 18 November 2012

Bungkam

ketika bertemu, tapi tak saling pandang, ketika berdekatan, tapi sedikit kata yang terucap, ketika hanya terterdengar setiap detik dari arah jam, ketika itulah kita bertemu.

Lampau dari waktu yang lalu, sadar bahwa kita telah menyianyiakan waktu, waktu yang harusnya berkualitas untuk KITA bersama. Waktu yang sulit untuk diulang.

Aku dan kamu sama sama punya gengsi tinggi. Sulit untuk bisa mencairkan suasana. Sulit untuk bisa ungkapkan isi hati. Diam...

Kamu kuat dengan komitmenmu, aku menyerah dengan keadaan. Pisah...

Lama kemudian Aku disini, kamu disana. Masih gengsi dan sama sama keras kepala, hingga ribuan kilometer masih tetap diam, Bungkam...
apa kita akan terus Bungkam?

"Kepala Dua"


“Sudah kepala dua masih saja seperti anak kecil.” Kata ibu sambil mencuci piring-piring kotor bekas makan malam.

Ya, umurku sudah 20 tahun pada awal September lalu. Aku  sudah semakin tua. Harusnya semakin dewas, ini malah semakin sering menjadi sasaran empuk kata-kata pedas ibu. Aku masih konyol, masih egois, masih suka merengek, masih suka bertengkar dengan ke-2 adikku karena hal-hal sepele.

“Sebentar lagi kamu menikah dan akan menjadi seorang istri, masa tetap begitu?” kata ibu waktu merapikan piring-piring ke rak.

Ya, pacar saja aku tak punya, malas untuk membahas hal sesensitif itu, tidak ada habisnya. Mungkin lebih dari 1000 episode bila ku sinetronkan kisah cintaku. Selalu berujung kata “galau”. Sampai aku mencoba acuh pada mereka yang katanya sayang aku karena takut “galau”. Aku belum mampu untuk mengalah, belum siap utuk melangkah menuju komitmen yang lebih serius. “Belum siap bu!”

“Wanita itu pasti jadi ibu, harus banyak berkorban!” kata ibu sambil berjalan menuju dapur.

Ya, berkorban itu masih terlalu tinggi untuk aku lakukan! Masak saja yang akan menjadi tugas sebagai ibu masih belum bisa aku lakukan. Masih bingung mana “pedas” dan mana “ketumbar”  keduanya terlihat sama, sama-sama bulat dan sama-sama membingungkan. Ditambah lagi campuran bau bawang merah dan bawang putih yang menyengat setiap aku ke dapur, ini membuatku semakin malas untuk  belajar memasak. Mungkin belum terbiasa dengan semuanya.
Aku ini wanita, sudah berusia 20 tahun,aku sadar itu! Sudah masuk dewasa awal secara psikologi, aku juga mengerti kodrat menjadi seorang wanita seperti apa!

Hay ibu, aku akan berubah layaknya seperti dirimu, yang sabar,tabah, dewasa, cantik, suka mengalah, rajin solat, sayang keluarga, banyak berkorban, tidak pernah mengeluh.

Tapi melakukan tak semudah bicara, ada proses di setiap lobus kiri dan kanan otakku juga hatiku untuk bisa beradaptasi dengan umurku, menjadi wanita seutuhnya dan tugasnya itu memang tak mudah. Tapi yakinlah, aku berniat menjadi sepertimu, kamu yang selalu melontarkan kata-kata pedas yang dapat menampar hati sampai isi kepalaku. Menjadi sepertimu, ibu dari 3 orang anaknya dan menjadi istri yang patuh pada suaminya. Tunggulah waktunya, pasti aku buktikan.